Orang Indonesia malas?

Kalau orang Indonesia malas, kenapa bisa BBW tutup hanya dalam 3 hari? Ya, karena bukunya habis terjual. 

Kenapa BBW bisa terjadi terus menerus setiap tahun? Bahkan 2020 juga ada lagi. Tahukah kamu jumlah buku terjual tahun 2018 adalah 5,5 juta ?

Jumlah pengunjung BBW 2,5 juta lebih pada tahun 2019?

Tahu tidak, “Kwikku”? Yang dahulu yang menjadi sosial media anak bangsa pada tahun 2013[? Kini merubah model bisnisnya menjadi Sosial media untuk para penulis dan penggambar?

Bahkan memiliki kompetisi menulis dengan hadiah Rp 500.000.000 . Uang darimana ? Kenapa menjadi pivot menjadi tempat untuk menulis novel / weebtons?

Ya tentu saja mereka pasti memiki data, memiliki alasan sebuah startup yang sudah pivot, melakukan riset, memiliki investor untuk mencari sebuah bisnis yang menguntung dan mereka memutuskan untuk menjadi tempat berbagi novel dan webtoon.

Berdasarkan info yang saya ketahui, setidaknya ada 5000an lebih novel di Kwikku. Bayangkan, 5000 novel? Apakah bisa orang indonesia yang malas membuat novel?

Orang Indonesia Malas?

dihimpun dari detiknews “Berdasarkan data survey 2017, jumlah pembaca media online sebanyak 6 juta orang. Atau lebih banyak dibandingkan pembaca media cetak sebanyak 4, 5 juta. Dan media cetak menjadi pilihan kelima untuk mendapatkan informasi, dengan penetrasi sebesar 8 persen” sambungnya.

Pemred Senayan Post : Pembaca Media Online Naik 500 Persen | SUARA INDONESIA

Survey yang saya lakukan dalam proses pembuatan studi kasus aplikasi. Dari 100 responded, 33% orang yang hanya membaca 1–5 buku dalam satu tahun.

Minat Baca Orang Indonesia Rendah, Masa Sih?

Indonesia Penerbit Buku Paling Produktif di Asean | Databoks

Orang Indonesia malas?

Tidak saudaraku. Survey PISA hanya mensurvey pembaca buku diperpustakan. Sedangkan perpustakaan di Indonesia ada berapa? Seberapa lengkap buku disana? Apakah semua kota ada perpustakaan? Semua desa ada perpustakaan? tidak sudaraku.

Tapi membaca buku adalah hobi yang mahal.

Membaca hanya bisa dilakukan oleh orang orang dengan kemampuan ekonomi keatas. Karena para orang-orang yang ekonomi menengah kebawah, berpikir

“Untuk apa membaca buku? Mending bekerja”

“Wah, mahal sekali buku ini. Mending pinjam saja”

“Wah, disini tidak ada perpustakaan ya!”

43% ORANG MEMBELI BUKU KARENA DISKON!

Faktor ekonomi membuat orang harus menahan hobinya.

Faktor hak akses membuat orang harus menahan gairah membacanya.

Padahal ada banyak komunitas membaca yang membutuhkan banyak sekali sumbangan buku-buku.

Beranda – Rumah Baca Komunitas

https://www.malangtimes.com/baca/42655/20190810/184500/komunitas-komunitas-literasi-di-malang-gelar-aksi-solidaritas-kecam-razia-buku

Gubuk Cerita (Gubcer) Malang: Dorong Kembali Minat Baca Masyarakat – Komunitas Indonesia

Muncullah komunitas-komunitas tersebut sebagai buah dari ketiadaan perpustakaan, akses buku yang sulit.


Apakah data-data yang saya sampaikan masih membuatmu berpikir bahwa Indonesia malas ?

Sekali lagi tidak. Indonesia tidak malas. Ada kompleksitas masalah disini, yaitu

  • Akses Informasi
  • Akses buku yang bisa didapatkan
  • Akses “waktu luang” untuk membaca
  • Harga Buku
  • dst

Bahkan, bahkan kalau memang Indonesia malas. Kenapa saya tidak bisa menjadi penulis terbaik? Karena banyak orang lebih baik darisaya saat menulis. Kenapa banyak orang lebih baik dari saya saat menulis? Karena mereka lebih banyak membaca daripada saya.

Yah, kalau Indonesia malas, seharusnya Quora ini tidak ramai 🙂

Catatan Kaki

[1] Big Bad Wolf Online Tutup Lebih Awal, Buku Habis Terjual dalam Tiga Hari Halaman all – Kompas.com

[2] Big Bad Wolf 2020 Masih Andalkan Buku Augmented Reality |Republika Online

[3] Penantang Facebook & Twitter, Ini Medsos Karya Anak Bangsa

[4] Hadiah Pemenang Kompetisi – Kwikku Kompetisi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *