Kenapa Orang yang Berargumen dengan Logika Moderat lebih Kooperatif ketimbang dengan Orang Religius Fanatik


Yuk Simak selengkapnya ……..


Kooperatifnya Moderat karena memang mengambil  sikao yang berdasarkan perkembangana zaman; diibartakan sebuah “kacang” yang selalu  berusaha memahami ” kulitnya” sendiri. Alur moderat adalah Maju ke Depan.

 

Sementara Fanatik tetap bersikeras ( menganggap )  bahwa dirinya adalah paling benar dan yang lain adalah salah (  termasuk fanatik dari varian lainnya juga ). Alur fanatik  adalah MUNDUR , apapun permasalhan dikehidupan masa kini dan kedepan  harus diselesaikan menggunakan acuan dari abad lampau, meskipun konsekuensinya adalah ‘menjadi orang lampau di zaman moderen’ 

 

 

Ateis tidak mempercayai adanya tuhan apalagi Agama. 

Deis mempecayai Tuhan tetapi tidak percaya dengan Agama.

 

 

 Agnostik tetap berkesimpulan ” tidak dapat diketahui ” antara ada dan tiada ada.

 

Pluralisme adalah kamu yang tertarik  memahami semua yang telah ada dan terjadi; teis, ateis, agnostik, dlsb.

 

Liberalisme adalah kamu yang lebih memilih hidup bebas tanpa adanya aturan mengikat dari agama ( meskipun kamu beragama maupun tidak beragama ) ; your life your choice.
 

 

 

Sekularisme adalah kamu yang memisahkan antara urusan akhirat ( Agama )  dan Duniawi ( Kenegaraan );  Agama tidak usah dicampuri urusan negara dan  pemerintah pun jangan ikut campur  urusan keagamaan rakyatnya.

 

Jubir Tuhan adalah kamu yang mempunyai tiket surga yang belum tetu legal dan mendapatkannya.  kebanyakan dari kamu adalah introvert yang kalem dan keganasannya dituangkan melalui media sosial ( aktif sebagai komentator ).

 Mabuk adalah kamu yang ( tidak sabar bahwa kamu ) seprti Tuhan. kebanyakan dari kamu adalah extrovert yang ahlinya membuat orang-orang menjadi tidak tertarik dan takut terhadap keyakinan yang kamu yakini.

Demikian sobat penjelasan nya semoga manfaat 

Trimakasih sudah membaca “RSN”
Yuk langsung share aja artikel ini..

6 Replies to “Kenapa Orang yang Berargumen dengan Logika Moderat lebih Kooperatif ketimbang dengan Orang Religius Fanatik ?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *