Untuk pemula, mana yang harus saya pelajari lebih dulu, front-end atau back-end?

Saya belum ahlinya, sih, tapi izin berbagi.

Kebetulan saya pernah ikut bootcamp untuk fullstack jadi sempat mencicipi keduanya. Waktu pertama kali mengenal dunia per-back-end-an, saya tidak mengalami kesulitan sama sekali. Ya, maklum, mungkin casenya waktu itu masih sangat sederhana. Tetapi menjelang akhir masa bootcamp saya selalu memilih menjadi front-end di project team. Alasannya karena saya merasa kurang di front-end. Dan benar saja, kekhawatiran saya mengenai ketidakmampuan saya di front-end ini teratasi dengan memaksa diri mengambil role sebagai front-end.

Kembali ke pertanyaan, menurut saya akan lebih baik kalau belajar front-end dulu. Selama megang role front end saya ngerasa sense kita untuk membuat back-end atau server justru jadi lebih kebangun.

Suka merhatiin pola tutorial-tutorial pemrograman yang berseliweran di internet gak?

Selalu dimulai dari HTML-CSS, tools buat ngehandle client side. Baru kemudian bahasa pemrogramannya yang buat server. Kalau disini modalnya dari belajar Javascript itu dulu. Entah karena HTML-CSS ngasih kita feel udah bisa ngebuat sesuatu abis belajar itu kali, ya. Tapi kalau yang saya rasain, mendalami front end dulu bisa membuat kita lebih kebayang mau ngebangun server yang kayak gimana.


Selamat membaca

Salam sukses “RSN”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *