Lulusan IT tidak bisa atau lemah dalam koding adalah hal yang biasa menurut saya, apalagi dari Sistem Informasi.

Teman seangkatan, menurut pemantauan saya aseeek, yang ‘berminat’ memprogram pun tidak banyak. Berminat di sini maksudnya adalah bercita-cita setelah lulusnya mengisi posisi teknikal dari dari bidang TI seperi Pemrogram, Ilmuwan Data, Insinyur Data, Insinyur Perangkat Lunak, dan lain-lain. Lebih banyak yang tertarik mendalami Proses Bisnis, Manajemen Layanan TI, Perencanaan Strategis TI, Manajemen Proyek TI, Bisnis Digital, Rekayasa Kebutuhan PL, dan lain-lain.

That’s okay kalau menurut saya, toh juga masih dalam ruang lingkup kelimuan SI. Departemen SI pun memiliki dua lab (peminatan) yang berfokus dalam hal yang ‘non-teknikal’ dan tiga lab yang ‘teknikal’.

btw

Istilah ‘anak teknikal’ atau ‘anak teknis’ sudah jadi semacam julukan di angkatan saya untuk orang yang punya pengalaman bekerja, menggarap proyek, atau berlomba yang menggunakan pemrograman.

Berarti yang masuk peminatan non-teknikal tadi fix ga bisa ngoding dong mas?

Oh nggak, saya pernah dengar ada kating saya TA-nya implementasi ERP. Tapi ERP-nya custom alias nggawe dewe.

Selain itu mata kuliah wajib di jurusan saya yang mengharuskan mahasiswa melakukan pemrograman secara mandiri atau sendiri-sendiri hanya ada 5, menurut pengalaman saya sejauh ini. Sisanya secara berkelompok melakukan proyek. Ingat mata kuliah wajib ya, beda cerita dengan mata kuliah pilihan, kalau anda masuk ke lab yang teknikal ya tidak mungkin anda berharap tidak ketemu koding. 5 Matkul tersebut adalah:

  1. Algoritma Pemrograman: UTS-nya ngoding di kertas dan lalu besoknya di komputer secara live, UAS-nya ngoding di kertas
  2. Pemrograman Web: UAS-nya bikin aplikasi CRUD+Login system pakai laravel secara live
  3. Sistem Basis Data: Setiap minggu ada praktikum memprogram mysql/sqlite
  4. Analitika Bisnis: Jangan terkecoh dengan nama bisnisnya, mata kuliah ini belajar Machine Learning dan NN. Setiap minggu ada tugas koding python/R yang harus diselesaikan secara mandiri.
  5. Desain pengalaman Pengguna: Sebulan sekali, kalau tidak salah, praktikum memprogram front end dengan html, css, js.

Mata kuliah nomor 3 dan 5 pun semenjak covid tidak praktikum lagi, dan ikut beralih ke project based. Project di sini maksudnya disuruh membentuk kelompok lalu mengembangkan aplikasi, BI Dashboard, DW, dan lain-lain. Untuk menghadapi mata kuliah yang seperti ini hanya perlu satu orang ‘teknikal’ perkelompok, yang lain mengurusi dokumen proyek, laporan, desain, dsb.

Jadi kalau ditanya ‘apakah lulusan IT banyak yang tidak bisa pemrograman dasar’, saya rasa jawabannya ya.

Biasanya karena koding disaat wajib sendiri, lalu setelah itu lupa.

Atau setelah lulus matkul, IDE-nya langsung diuninstall.

Tapiiii

Saya rasa lulusan TI meskipun dia lupa cara, kemungkinan besar ingat logika. Minimal cara kerja.

Tapi ya menurut saya pribadi kalau bisa pas lulus tetep bisa lah. Opini saya ini mungkin bias, karena saya termasuk di golongan ‘anak teknikal’ hehehehe.

Bonus

Salah satu buku referensi pemrograman yang dijual di ‘koperasi’ Inha University

Sekian dari saya. Terima Kasih sudah membaca.  salam sukses “RSN”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *