Mengapa tidak banyak orang yang bekerja sebagai programmer?

Kenapa tidak banyak yang bekerja sebagai programmer? dibawah ini beberapa analisa saya….

Belum belajar sudah takut duluan

Budi seorang anak sma yang senang dengan teknologi, sampai sampai budi mencari tahu bagaimana teknologi tersebut dibuat. setelah budi berselancar ria di internet. budi akhirnya tahu bahwa semua teknologi yang dipakainya sekarang itu dibuat dengan bahasa pemograman. lanjutnya budi kepo bahasa pemograman itu kaya apa sih, setelah ketemu dan budi melihat bagaimana wujudnya

Damnn…

budi kaget dan seketika terkena serangan jantung, eh mental lebih tepatnya. disini saja belum kita beritahu kalau gambar diatas adalah salah satu bahasa pemograman yang syntaxnya mudah dipelajari (python), diluar sana banyak bahasa pemograman yang syntaxnya lebih tidak manusiawi.

kurang lebih seperti itulah analoginya, jujur saya sendiri dulu mengalami hal yang sama seperti budi diatas. bahkan seperti nya tidak hanya saya saja teman-teman kampus saya pun begitu. belum apa-apa udah pusing duluan. melihat syntax rumit nan njelimet membuat motivasi belajar menurun. inilah penyebab mengapa programmer itu sedikit, karena mau belajar udah pusing duluan liat tulisan yang asing dipandang.

Toolsnya mahal

Tools utama programmer adalah laptop. di masyarakat kita laptop masih identik dengan benda yang hanya dimilik oleh kalangan menengah ke atas karena memang harganya tidak murah. jadi jika kalian ingin menjadi seorang programmer, paling tidak kalian harus mempunyai uang yang cukup untuk membeli laptop atau komputer.

Belajarnya memang sulit dan butuh konsistensi

jika ada yang bilang coding gampang kokk, percayalah mungkin dia belum kenal algoritma dan struktur data. tidak hanya itu, belajar coding butuh konsistensi. kamu tidak hanya dituntut belajar sampai bisa, tapi kamu juga dituntut untuk belajar sepanjang hayat karena perkembangan teknologi sangat dinamis dan perubahannya sangat cepat, kamu harus siap untuk itu.

Profesinya masih kalah populer di mata orang tua-mu

orang tua kita hanya tahu profesi medioker di masyarakat seperti pns, guru, buruh pabrik, dan kantoran. kantoran pun tahunya kalau ga manajemen ya akutansi. programmer? jarang sekali saya dengar ada orang tua untuk menyarankan anaknya jadi programmer kecuali dia benar-benar tahu teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *