Membuat perangkat multimedia pintar.

Kira-kira fungsinya seperti perangkat ini, tapi tidak secanggih dia. Bukan apple-to-apple kalau dibandingkan.

Gambar: Diagram perangkat pintar. Minus Relay dan Arduino.

Awalnya saya mau jelaskan tentang sistem smart home seperti pada gambar diagram di atas, tapi sepertinya terlalu melebar dan di luar kapasitas saya. Jadi, saya bagikan sesuai pengalaman saya saja. Sebagian sistem ini sudah cukup lama saya pakai, yaitu sistem media casting, semacam Google Chromecast.

Saya punya beberapa perangkat tak terpakai, antara lain:

  • Seperangkat Raspberry Pi 2,
  • Speaker aktif,
  • Monitor PC (komputernya sudah rusak),
  • Keyboard dan mouse,

plus:

  • Internet (WMS[1]).

Raspberry Pi itu sebelumnya adalah pengganti PC saya yang rusak dan belum ada uang untuk mengganti periferalnya, dan waktu itu saya masih bisa pakai laptop kantor kalau ada kebutuhan sekadar mengetik atau browsing. Di Raspi itu masih terinstall OS Ubuntu Mate 16.04[2]. Saya pakai saja OS itu karena dia adalah rilis Ubuntu LTS, jadi masih ada support.

Di kantor dulu, saya pertama kali menjumpai Chromecast yang dipasang di tiap ruang. Pernah ada kejadian memalukan karena saya main-main dengannya. Tapi itu beda cerita. Saya jadi ingin punya, tapi harganya kok lumayan. Maka, saya langsung ingat Raspi, dan mencari tahu apakah bisa dibuat sebagai alternatifnya. Ternyata bisa, walaupun dengan berbagai keterbatasan.


Baca Juga :
Mengapa Linux Sangat Ribet?

Fitur yang diharapkan adalah:

  • Memutar video dan audio dari ponsel ke perangkat agar bisa ditonton bersama-sama
  • Memutar audio dari podcast atau radio online
  • Menjadi remot media player
  • Bonus: menjadi smart speaker untuk Spotify premium (perlu langganan)

Kemudian karena perangkat ini menyala terus 24/7, maka sekalian saja dipakai buat bingkai foto digital.

Aplikasi yang dibutuhkan untuk membuatnya antara lain:

  • SSH untuk setup segala sesuatunya
  • Omxplayer[3], video player yang bisa dieksekusi bahkan dari Terminal atau TTY, asalkan ada Xorg
  • Raspotify[4] sebagai client untuk Spotify Connect
  • feh, penampil gambar dari TTY
  • RaspberryCast[5] , diinstall di Android atau Laptop sebagai client untuk casting video
  • youtube-dlengine untuk RaspberryCast
  • MPD, sebagai music daemon untuk memutar audio local Raspi atau streaming dari radio online
  • Cantata di laptop, atau M.A.L.P atau MPDroid di Android sebagai remot MPD

Kira-kira seperti ini cara casting video dari Android:

Cara instalasi RaspberryCast kurang lebih seperti di artikel berikut: Raspberry Pi As Chromecast Alternative (Raspicast), tetapi bagian raspicast diganti dengan RaspberryCast dari Githubnya.

Kemudian untuk setup bingkai foto digital, kurang lebih seperti dijelaskan pada artikel: How to build a WiFi picture frame with a Raspberry Pi.

Sedangkan untuk MPD, bisa googling sendiri. Atau kira-kira seperti ini: Setting up a headless Raspberry Pi as a Music Player Daemon server.

Nah untuk Spotify Connect, sudah dijelaskan di artikel berikut: How to Setup Spotify Connect on the Raspberry Pi. Syaratnya kita berlangganan Spotify, entah Premium atau Family. Premium Trial juga bisa.

Spotify Connect dengan Raspotify


EDIT

Saya baru berhasil setup network printer dan scanner nih. Jadi saya tambahkan fungsi tambahan perangkat server rumahan hemat biaya ini, yaitu scan dan print secara nirkabel.

Tutorial untuk setup tools yang dibutuhkan ada cukup banyak yang bisa ditemukan di Google. Salah satu contohnya artikel ini Raspberry PI Zero as a wireless print and scan server | ruX’s mind.

Pada dasarnya, tools yang diperlukan antara lain:

  1. CUPS sebagai print server
  2. SANE sebagai scan server
  3. webapp PHP scanner GM-Script-Writer-62850/PHP-Scanner-Server sebagai antarmuka web untuk mengakses scanner

Yang perlu diperhatikan adalah perangkat printer yang dipakai, apakah disediakan driver untuk Linux. Saya pakai Canon G2010 multifungsi, untungnya saat saya mengedit jawaban ini, driver CUPS dan SANE sudah disediakan oleh komunitas. Untuk driver printer ada Guntenprint, versi terbaru support seri G2000. Untuk Ubuntu 16.04 harus compile sendiri dari source Gutenprint – Top Quality Printer Drivers, ikuti tutorial dari How to Install Printer Canon G2010 In Ubuntu 16.04 And 18.04. Untuk driver scanner, mulai SANE versi 0.27 sudah support seri G2010. Untuk Ubuntu 16.04 ada PPA SANE : Rolf Bensch yang menyediakan versi driver paling baru. Untuk merek printer atau scanner lain bisa dicek di laman SANE: Supported Devices.

Baca Juga :
Apa Yang Dirasakan Pengguna Linux

Dan setelah sukses, berikut hasilnya. App Android yang digunakan antara lain:

App Insane Scanner

Setup CUPS di Android. Pada Android 9 URI CUPS harus pakai https

Jika sudah diset https, pada kali pertama mau print, muncul peringatan keamanan tersebut. Pilih Trust connection dan Trust host agar bisa mencetak.

Tampilan PHP Scanner Server


NB. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :
Mengapa Kali Linux Tidak Cocok Bagi Pemula Pengguna Linux

[1] WiFi.id | Indonesia Wifi

[2] Raspberry Pi | Ubuntu MATE 

[3] popcornmix/omxplayer

[4] dtcooper/raspotify

[5] vincelwt/RaspberryCast

One Reply to “Apa yang bisa dilakukan seseorang dengan linux”

Leave a Reply

Your email address will not be published.