Sebenarnya jika ditarik ke belakang, akar masalah mengapa WhatsApp lebih banyak penggunanya karena kepopulerannya lebih dulu eksis daripada Telegram. Adanya WhatsApp pun dapat dibilang sebagai pengganti BBM yang sempat ramai pada masanya. Berangkat dari sini, orang-orang dari berbagai kalangan mulai mencicipi aplikasi tukar pesan ini.

Semakin terbiasa, semakin nyaman untuk digunakan. WhatsApp sudah seperti aplikasi wajib yang harus diinstall di smartphone kalian masing-masing. Mulai dari grup keluarga, kerjaan, bisnis, dan lainnya tergabung dalam satu wadah.

Kemudian, saat WhatsApp sudah diakusisi oleh Facebook dan banyak isu tentang keamanannya, perlahan-lahan ada Telegram yang muncul dari permukaan. Menawarkan segudang fitur yang tidak dimiliki “Si Ijo”. Namun, tetap saja, gebrakan ini masih belum bisa meruntuhkan sang raksasa beberapa tahun belakang.

Belakangan ini, Telegram sudah tembus 1 Milyar unduhan dari seluruh dunia. Lantas, apa yang menyebabkan jumlah unduhan begitu fantastis? Jawabannya ada pada gambar di bawah ini.

Konsumen mulai aware dengan privasi mereka sebagai pengguna. Terkadang, hal-hal inilah yang meresahkan. Mungkin jawaban ini agak menyimpang dari pertanyaan awal, namun intinya adalah “siapa duluan yang eksis“.

Oh iya, saya sendiri menggunakan kedua aplikasi tersebut dengan mengaplikasikan fungsi yang berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.