Sebagai seorang blogger, apakah kamu merasa terusik dengan situs Tribunnews yang membabat semua niche dan keyword?

Chat di atas obrolan saya bersama teman saya yang merupakan pemilik salah satu jasa penulis artikel. Angka2 yang disebutkan di chat tersebut bisa jadi mungkin kurang akurat tapi kurang lebihnya itulah pendapatan tribun? Luar biasa ya.

Kalo ditanya, sebagai blogger apakah saya merasa tertanggu dengan tribun? Saya sendiri masih merasa baik-baik aja. Kebetulan, beberapa blog saya memiliki niche yang tribun belum masuk kesana.

 

Baca Juga : Bagaimana Cara Mengetahui Alamat Seseorang Melalui Nomor Rekening atau Nomor Ponsel?

Apa Julukan Singkat Yang Cocok Bagi Setiap Jenis Kepribadian MBTI?

Saya sudah sering melihat pertanyaan semacam ini serta ungkapan2 kekesalan dari rekan2 blogger yang merasa lahannya (baca:niche) di garap oleh tribun.

Kebanyakan blogger merasa bahwa harusnya tribun hanya menulis artikel berita saja jangan yang lain.

Menurut saya sendiri, tidak ada alasan bagi kita untuk melarang tribun menulis artikel dengan niche apapun. Itu merupakan haknya dia dan bahkan Google pun nggak melarang tribun, malah dijadiin page one sama dia 😀

Melihat fenomena tribun yang mencoba menggarap semua niche potensial, tidak terbatas pada berita saja, ada satu hal yang saya sadari. Apa itu? Jadi saya mengamati berbagai jenis bisnis, dan ada satu pola yang sama hampir di semua bidang, yaitu dominasi.

Contoh, ketika ngomongin search engine, hampir semua orang pasti bilang Google. Ada yang masih pake Yahoo search engine? Mungki 1 atau 2 orang.

Ketika ngomongin nonton video online, semua orang pasti bakal bilang Youtube. Mungkin banyak yang nggak tau kalo ada Vimeo, Metacafe, dll.

Beralih ke sosial media, mayoritas pasti Facebook dan Instagram. Hanya sebagian kecil yang aktif di Twitter. Dan kita tahu Facebook dan Instagram itu punya Facebook.

Masih banyak contoh lainnya, misal aplikasi chat yang dikuasai Whatsapp. Dan sebagainya.

Model bisnis kayak gini, akhirnya bikin sebuah perusahaan bisa mendapatkan profit yang sesungguhnya dan yang lain cuman dapet receh2.

Nah, saya liat, tribun itu coba melakukan hal yang sama. Mereka pengen, apapun yang orang cari di mesin pencari Tribun harus punya. Tentu motif utamanya adalah profit.

Mungkin nanti mereka bakal bikin tagline “Mau cari apa? Tribun aja” 😀

Namun, si Tribun ini kurang memperhatikan kualitas konten mereka. Tentu yang paling bikin jengkel adalah judul nggak sesuai sama isi dan artikel secuil dibagi empat halaman.

Semoga Tribun mulai memperbaiki kualitas konten mereka dan mulai memikirkan pembacanya, tidak melulu memikirkan profit.

Buat para Blogger, percuma kita koar2 atau mengungkapkan kekesalan sama Tribun, toh mereka juga nggak peduli. Ketika kita mengeluarkan sumpah serapah kepada tribun di sosmed, uang mereka tetep ngalir.

Solusi untuk Blogger menghadapi Tribun:

1.Jangan jadi single fighter

Sejago apapun SEO kamu, sebagus apapun artikel kamu, kalo sendirian nggak bisa menandingi Tribun yang punya ratusan orang dalam timnya.

Buat tim kamu, ajak ahli SEO terbaik, kumpulin penulis2 yang bagus, hubungi web developer yang profesional, cari investor yang mau biayain.

2. Pindah Haluan

Kalo udah merasa nyerah buat ngejar Tribun nggak salahnya pindah haluan, masih banyak cara cari uang lewat internet. Masih ada Youtube, bisa jualan lewat FB ads, jual jasa di fiver, dan masih banyak lagi.

3. Jangan banyak ngeluh!

Jawaban ini akan saya tutup dengan sebuah kata mutiara.

“Tribun bisa mengambil niche blogmu, tapi tidak akan bisa mengambil rezekimu” #EA

Happy Blogging!

 

Trimakasih sudah membaca 

Salam “RSN”

3 Replies to “Sebagai seorang blogger, apakah kamu merasa terusik dengan situs Tribunnews yang membabat semua niche dan keyword?”

  1. What’s Happening im new to this, I stumbled upon this I have found It absolutely useful and it has aided me out loads. I hope to contribute & assist other users like its helped me. Great job.

Leave a Reply

Your email address will not be published.